e-form makTaNas

e-maktanas (elektronik – formulir masuk kawasan taman nasional) merupakan salah satu media yang kami buat untuk membantu calon wisatawan atau pihak luar lain yang bermaksud membuat SIMAKSI secara online. formulir bisa diunduh di link yang akan kami berikan di akhir tulisan ini. sebelumnya perlu disampaikan dan diberitahukan dahulu terkait tata cara, ketentuan, dan masa berlaku SIMAKSI yang akan dibuat tersebut serta biaya pembuatan SIMAKSI tersebut.

 

TATA CARA

tata cara masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal PHKA No: P.07/IV-Set/2011. dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, yang berupa Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa.

Sementara itu kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yang berupa Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. sedangkan Taman Buru (TB) adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat diselenggarakan perburuan secara teratur.

Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi seperti Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru yang selanjutnya disebut SIMAKSI adalah izin yang diberikan oleh pejabat berwenang kepada pemohon untuk  masuk kawasan konservasi tersebut.

adapun jenis kegiatan masuk Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru meliputi:

  1. penelitian dan pengembangan
  2. ilmu pengetahuan dan pendidikan
  3. pembuatan film komersial
  4. pembuatan film non-komersial
  5. pembuatan film dokumenter
  6. ekspedisi
  7. jurnalistik

KETENTUAN SIMAKSI

SIMAKSI memiliki tatacara permohonan dan perpanjangan SIMAKSI. SIMAKSI ini diberikan kepada orang/instansi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut::

A. Warga Negara Asing (WNA)

a. kegiatan penelitian dan pengembangan serta kegiatan ekspedisi dilampiri:

  1. surat keterangan jalan dari kepolisian
  2.  proposal kegiatan
  3. fotocopy passport
  4. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. surat izin penelitian dari kementerian negara riset dan teknologi
  6. surat pemberitahuan penelitian dari kementerian dalam negeri
  7. surat rekomendasi dari mitra kerja

b. kegiatan ilmu pengetahuan dan pendidikan, dilampiri:

  1. surat keterangan jalan dari kepolisian
  2. proposal kegiatan
  3. fotocopy passport
  4. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. surat rekomendasi dari mitra kerja

c. kegiatan pmbuatan film, dilampiri:

  1. surat keterangan jalan dari kepolisian
  2. proposal kegiatan
  3. fotocopy passport
  4. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. surat izin produksi pembuatan film non-cerita/cerita di indonesia  dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif
  6. sinopsis
  7. daftar peralatan
  8. daftar anggota tim

d. kegiatan jurnalistik, dilampiri:

  1. surat keterangan jalan dari kepolisian
  2. proposal kegiatan
  3. fotocopy passport
  4. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. kartu pers dari lembaga yang berwenang

B. Warga Negara Indonesia (WNI)

a. kegiatan penelitian dan pengembangan serta kegiatan ilmu pengetahuan dan pendidikan, dilampiri:

  1. proposal kegiatan
  2. fotocopy tanda pengenal
  3. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. surat rekomendasi dari mitra kerja

b. kegiatan pembuatan film dan ekspedisi, dilampiri:

  1. proposal kegiatan
  2. fotocopy tanda pengenal
  3. surat ppernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi perundang-undangan

c. kegiatan jurnalistik, dilampiri:

  1. proposal kegiatan
  2. fotocopy tanda pengenal
  3. surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. kartu pers dari lembaga yang berwenang

 

SIMAKSI yang dikeluarkan oleh pihak terkait memiliki masa berlaku tertentu dan jika masa berlaku habis, sedangkan orang/instansi tersebut masih berada di dalam kawasan atau akan masuk ke dalam kawasan kembali , maka harus melaporkan dan memperpanjang masa SIMAKSI. SIMAKSI berakhir apabila:

  1. jangka waktunya juga berakhir;
  2. dicabut oleh penerbit SIMAKSI; ataupun
  3. diserahkan kembali oleh pemegang SIMAKSI sebelum jangka waktu berakhir.

 

MASA BERLAKU SIMAKSI

masa berlaku SIMAKSI antara lain:

  1. untuk kegiatan penelitian dan pengembangan paling lama 3 (tiga) bulan. permohonan perpanjangannya diajukan paling lama 10 (sepuluh) hari sebelum SIMAKSI berakhir.
  2. untuk kegiatan ilmu pengetahuan dan pendidikan paling lama 1 (satu) bulan. permohonan perpanjangannya  diajukan paling lama 10 (sepuluh) hari sebelum SIMAKSI berakhir.
  3. untuk kegiatan pembuatan film paling lama 14 hari. permohonan perpanjangannya diajukan paling lama 3 (tiga) hari sebelum SIMAKSI berakhir.
  4. untuk kegiatan ekspedisi dan jurnalistik paling lama 10 (sepuluh) hari. permohonan perpanjangannya diajukan paling lama 3 (tiga) hari sebelum SIMAKSI berakhir.

 

pemegang SIMAKSI memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang SIMAKSI , adapun kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemegang SIMAKSI antara lain:

  1. membayar pungutan sesuai ketentuan perundang-undangan
  2. meminta izimn atas penggunaan atau peminjaman sarana prasarana milik negara kepada penerbit SIMAKSI
  3. selama melaksanakan kegiatan, pemegang SIMAKSI harus didampingi petugas dari unit pelaksana teknis
  4. dalam hal SIMAKSI berakhir, pemegang SIMAKSI berkewajiban:
    • mempresentasikan hasil kegiatan kepada kepala UPT
    • menyerahkan laporan hasil kegiatan
    • menyerahkan copy film kepada penerbit SIMAKSI paling lama 1 (satu) bulan setelah film diproduksi, khusus kegiatan pembuatan film
  5. dalam hal terdapat kegiatan mengambil dan mengangkut spesimen tumbuhan dan satwa liar, pemegang SIMAKSI harus memiliki izin sesuai ketentuan perundang-undangan
  6. segala resiko yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan merupakan tanggung jawab pemegang SIMAKSI
  7. selama melaksanakan kegiatan, pemegang SIMAKSI dilarang antara lain:
    • melakukan penebangan pohon
    • mengganggu kesejahteraan satwa, dan
    • memberika makan kepada satwa yang menjadi objek kegiatan

SIMAKSI UNTUK MEMASUKI KAWASAN TAMAN NASIONAL KAYAN MENTARANG BISA DIPEROLEH DI:

Kantor Balai Taman NAsional Kayan Mentarang, Jalan Pusat Pemerintahan Pemda Malinau, Tanjung Belimbing Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Email: balai.tnkm@gmail.com

adapun untuk memudahkan para pengunjung yang akan melakukan kegiatan di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, bisa mengisi formulir online terlebih dahulu dengan link sebagai berikut:

Untuk WNI:

https://goo.gl/forms/JdRTEm0gl0DiuKDk1

untuk WNA:

https://goo.gl/forms/nidqJtnWnA01HODo2