SPTN wilayah II

1. RESORT APAUPING

 

a. Letak dan Luas

Secara administratif, resort Apau Ping termasuk wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Long Alango, ke dalam wilayah Kecamatan Bahau Hulu yang meliputi 6 (enam) Desa, yaitu :

  1. Desa Apau Ping
  2. Desa Long Berini
  3. Desa Long Kemuat
  4. Desa Long Alango (ibukota kecamatan)
  5. Desa Long Tebulo dan
  6. Desa Long Uli.

 

Resort Apau Ping memiliki luas 246.420,24 Ha (SK Kepala Balai TNKM No. 031/BTNKM-1/2015 tanggal 7 Agustus Tentang Perubahan Kedua SK Kepala Balai TNKM No. 5/BTNKM-1/2008) dan berada pada ketinggian 450 Mdpl. Adapun batas – batas wilayah Resort Apau Ping adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara : Resort Long Layu
  • Sebelah Selatan : Resort Pujungan
  • Sebelah Barat : Serawak (Malaysia)
  • Sebelah Timur : Resort Tubu

Luas wilayah kerja resort Apauping : 246.420,24 Ha yang terdiri dari beberapa zona :

  • Inti :      930,03 Ha
  • Rimba : 65.787,90 Ha
  • Pemanfaatan : 95.871,30 Ha
  • Tradisional : 36.113,08 Ha
  • Khusus : 47.692,18 Ha

 

b. Kondisi Sumber Daya Manusia Dan Sarpras Saat Ini

No Komponen Jumlah Keterangan
1 Sumberdaya Manusia  
  – PNS 2 orang  Polhut
  – Tenaga Harian Lepas 2 orang tenaga lokal
2 Sarana Prasarana :  
  – Kantor Resort 1 unit sewa rumah warga
  – Motor Patroli 1 unit Rusak

 

c. Potensi Resort Apau Ping

Potensi Flora

Keanekaragaman flora dikawasan Taman Nasional Kayan Mentarang sangat beragam, mulai dari flora yang dilindungi sampai dengan yang tidak dilindungi seperti Kantung Semar, Bunga Bangkai, Anggrek Hitam dll. Ini dapat dijumpai dikawasan Taman Nasional Kayan Mentarang Resort Apau Ping

Potensi Fauna

Seperti hal nya dengan Flora, keanekaragaman fauna di Resort Apau Ping khususnya banyak dijumpai baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi, seperti Beruang Madu, Rusa, Kijang, Burung Enggang dll.

 

                           

kiri atas: Banteng (Bos javanicus); tengah atas: kuntul (Egretta sp.); kanan atas: srigunting batu (Dicrucus paradiseus); kiri bawah: rangkong badak (Buceros rhinoceros); kanan bawah: murai batu (Copsychus malabaricus

Potensi Wisata

Resort Apau Ping memiliki beberapa keindahan alam yang dapat menjadi daya terik wisata baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, pengelolaan potensi wisata di Resort Apau Ping masih belum maksimal dengan berbagai kendala dilapangan. Beberapa potensi objek wisata yang ada di Resort Apau Ping antara lain:

– Padang Rumput Long Tua

Dengan keeksotisan Desa Apau Ping yang sudah sangat terkenal, salah satunya adalah Padang Rumput Long Tua sebagai habitat Banteng (Bos Javanicus). Long Tua merupakan padang rumput yang luas dan menjadi habitat banteng yang keberadaannya hampir punah. Selain banten, satwa liar lain seperti, kijang, rusa, babi hutan, burung enggang sering dijumpai di Padang Rumput Long Tua ini.

                                              

kiri atas: padang rumput longtua; kanan atas: aktivitas pengamatan; kiri bawah: menara pengamatan banteng longtua; kanan bawah: banteng (Bos javanicus)

– Tarian Budaya Desa Long Berini dan Kuburan Batu

Long Berini berada di sebelah hilir Desa Apau Ping yang sudah terkenal akan tarian tradisionalnya sehingga potensi ini sangat besar bagi perkembangan sector pariwisata terutama wisata budaya. Selain seni tari, Desa Long Berini memiliki cagar budaya berupa kuburan batu. Kuburan batu ini merupakan peninggalan nenek moyang suku dayak dan hampir sebagian besar terdapat di pinggir sungai. Kuburan batu ini mempunyai ukuran yang berbeda-beda dan bentuk yang berlainan.

                                                                      

kiri atas: tarian kanjet leleng; kanan atas: tarian perang; bawah: kuburan batu suku dayak kenyah

– Tanaman Obat Desa Long Kemuat

Sejak nenk moyangnya, suku dayak telah menggunakan tanaman sebagai obat tradisional, sehingga sampai dengan saat ini. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam hal perkembangan obat tradisional ini masyarakat Desa membuat Demplot obat yang bertujuan untuk mempermudah pemakaian. Selain itu pembuatan demplot ini juga bertujuan untuk mempelajari dan mengembangkan khasiat dan kegunaan serta pada akhirnya bisa sampai produksi.

– Stasiun Penelitian Hutan Tropis Lalut Birai

Hutan adat atau Tana Ulen Lalut Birai merupakan Tana Ulen Mayarakat Desa Long Alango dimana kawasan tersebut menjadi bagian dari Taman Nasional Kayan Mentarang dengan hutan tropisnya dan kekayaan sumber daya alam yang terkandung didalamnya dengan 15.000 jenis tumbuhan di Kalimantan dan sekitar 6000 jenis tumbuhan diantaranya tidak ditemukan di tempat lain. Selai itu, hidup 150 jenis mamalia dari 228 jenis mamalia Kalimantan, 18 di antaranya juga tidak ditemukan di tempat lain. Sekitar 310 jenis burung dari 361 jenis burung Kalimantan dan 28 Jenis diantaranya tidak ditemukan ditempat lain dan terancam punah.

 

2. RESORT PUJUNGAN

a. Letak dan Luas

Secara administratif, resort Pujungan  termasuk wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Long Alango, ke dalam wilayah Kecamatan Pujungan yang meliputi 9 (sembilan) Desa, yaitu :

  1. Long Belaka Pitau
  2. Long Masahan
  3. Long Pua
  4. Long Ketaman
  5. Long Aran
  6. Long Lame
  7. Long Pujungan
  8. Long Paliran
  9. Long Bena

Resort Pujungan memiliki luas 419.919,03 Ha (SK Kepala Balai TNKM No. 031/BTNKM-1/2015 tanggal 7 Agustus Tentang Perubahan Kedua SK Kepala Balai TNKM No. 5/BTNKM-1/2008) dan berada pada ketinggian 450-600 Mdpl. Adapun batas – batas wilayah Resort Pujungan adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara : Kecamatan Bahau Hulu (Resort Apauping)
  • Sebelah Selatan : Resort Data Dian (SPTN III)
  • Sebelah Barat : Serawak (Malaysia)
  • Sebelah Timur : Kabupaten Bulungan

Luas wilayah kerja resort Pujungan : 419.919,03 Ha yang terdiri dari beberapa zona :

  • Inti :   277,79 Ha
  • Rimba :   111,41 Ha
  • Pemanfaatan : 127.335,10 Ha
  • Tradisional :   410,46 Ha
  • Khusus :   815,18 Ha

 

b. Kondisi Sumber Daya Manusia Dan Sarpras Saat Ini

No Komponen Jumlah Keterangan
1 Sumberdaya Manusia  
  – PNS 2 orang  Polhut
  – Tenaga Harian Lepas 1 orang tenaga lokal
2 Sarana Prasarana :  
  – Kantor Resort sewa rumah warga
  – Motor Patroli

 

c. Potensi Resort Apau Ping

Ada tiga potensi wisata alam yang merupakan tempat tujuan wisata di resort pujungan yakni :

– Batu Ului

Batu ului merupakan puncak gunung batu yang menjulang di pinggir sungai pujungan, dibagian hulu kampung long jelet. Perjalanan puncak gunung dicapai dengan mendaki lereng berhutan yang terjal dan licin. Dari puncak gunung terbentang pemandangan alam yang sangat indah dari lembah sungai pujungan dan daerah sekitar puncak.

– Air terjun U’ung Melu’ung

Tempat dan pemandangan alam di air terjun setinggi 50 m. Air jatuh dari punggung bukit yang tinggi dan membentuk kolam yang dalam. Di daerah ini sangat mudah berjumpa binatang liar yang tertarik oleh keberadaan sumber air asin. Jalan setapak menuju air terjun ditempuh selama 30 menit dari pinggir sungai pujungan. Dari long jelet perahu dapat mengantarkan wisatawan ke tempat ini dengan perjalanan selama 1 jam mengarungi jiram dan arus deras. Tak jauh dari air terjun jalan sedikit curam menuju ke areal kuburan goa kuna di sungai kecil bernama sungai lidem.

– Air Terjun Sungai Bum

Air terjun sungai Bum mempunyai ketinggian 60 – 70 meter. Perjalanan ke air terjun ini menelusuri alam di hulu sungai pujungan. Perjalanan bolak balik dari long jelet ditempuh selama 2 hari diselingi dengan menginap di areal perkemahan yang sederhana (panggung istrirahat dari kayu). Ada kuburan goa kuno di jurang batu kapur tinggi yang membatasi lembah.

 

d. Potensi Biologi

– Mamalia

Hasil pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan masyarakat lokal, total jenis mamalia yang teridentifikasi di wilayah Long Bena adalah 39 spesies yang berasal dari 18 Famili dan 8 Ordo. Sedangkan jumlah jenis berdasarkan pengamatan langsung (perjumpaan langsung, jejak, suara dan sarang) sebanyak 20 spesies dari 14 Famili dan 7 Ordo. Hasil tersebut mendapatkan usaha pengamatan langsung di lapangan mencapai 24.22 %.

Tingkat keanekaragaman hayati di wilayah Long Bena bervariasi antara sedang sampai dengan tinggi. Habitat hutan perbukitan dengan lokasi pengamatan hutan lurah dan hutan beleti memiliki indeks tertinggi yakni 2.54. sementara untuk habitat tepian sungai dan kebun campuran berturut-turut memiliki indeks sebesar 1.31 dan 1.50. Tipe habitat perbukitan memiliki indeks kemerataan tertinggi untuk jenis mamalia besar dan mamalia kecil dengan nilai berturut-turut 0.86 dan 0.95. Indeks kemerataan mamalia besar dan mamalia kecil terendah barada di habitat hutan tepian sungai.

Sebanyak 13 jenis mamalia yang termasuk kategori spesies terancam oleh IUCN, empat jenis tergolong dalam Apendix I CITES dan Sembilan jenis Apendix II CITES. Sebanyak 12 jenis mamalia yang dilindungi oleh pemerintah RI. Lima jenis diantaranya merupakan jenis yang dianggap terancam oleh IUCN yakni beruang madu Helarctos malayanus, owa Hylobtes muelleri, rusa Rusa unicolor, binturong Arctictis binturong dan trenggiling Manis javanica.

– Burung

Hasil survey di wilayah Long Bena, tercatat sebanyak 72 jenis burung yang termasuk ke dalam 33 famili. Jumlah jenis setiap family berkisar antara 1 sampai 5 jenis, dengan famili Timaliidae (keluarga Pelanduk, Ciungair dan Tepus) memiliki jumlah jenis terbanyak. Selanjutnya didominasi oleh famili Pycnonotidae dan Dicaeidae masing-masing 4 jenis. Sebanyak 12 famili hanya diwakili oleh masing-masing satu jenis saja. Wilayah Long Bena memiliki kekayaan jenis burung lebih dari 14 % dari jumlah seluruh jenis di Kalimantan. Jumlah jenis tersebut mewakili tiga tipe habitat yakni Hutan Perbukitan, Hutan Tepian Sungai dan Kebun Campuran atau Hutan Pinggiran Pemukiman

Tipe habitat tepian sungai memiliki tingkat keanekaragaman jenis burung yang tertinggi jika dibandingkan dengan tipe habitat lainnya. Hasil pencatatan dengan metode MacKinnon menunjukkan bahwa jumlah jenis di habitat tepian sungai sebanyak 43 jenis. Nilai kekayaan jenis yang diperoleh dengan menggunakan metode perhitungan melalui titik hitung (point count) lebih rendah daripada nilai yang diperoleh dengan menggunakan metode MacKinnon. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi diperoleh dari pengamatan pada tipe habitat hutan perbukitan yakni 3.3.  Sementara untuk indeks keanekargaman yang terendah terdapat di habitat kebun campuran yakni sebesar 2.1.

Sebanyak 17 jenis burung dilindungi oleh Pemerintah RI yang tercatat selama pengamatan. 10 jenis tergolong kedalam Apendix II. Tidak terdapat jenis burung yang termasuk Spesies Terancam (Threatened Species) menurut IUCN, akan tetapi masih ditemukan sebanyak 11 jenis dengan kategori mendekati terancam punah (Near Threatened).

– Vegetasi

Sebanyak 141 jenis tumbuhan yang berhasil diidentifikasi dari tiga lokasi pengamatan yakni hutan lurah, hutan beleti dan hutan tepian sungai. tingkat semai memiliki nilai kerapatan tertinggi di seluruh lokasi. Dominansi seluruh jenis tertinggi di lokasi 1 yakni hutan tepian sungai sebesar 34.95 m2 /ha.

 

3. RESORT SUNGAI TUBU

 

a. Letak dan Luas

Secara administratif, resort Apau Ping termasuk wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Long Alango, ke dalam wilayah Kecamatan Bahau Hulu yang meliputi 6 (enam) Desa, yaitu :

  • Desa Long Titi,
  • Desa Long Nyau
  • Desa Long Ranau
  • Desa Rian Tubu dan
  • Desa Long Pada (ibukota kecamatan)

Resort Sungai Tubu memiliki luas 75.794,87 Ha (SK Kepala Balai TNKM No. 031/BTNKM-1/2015 tanggal 7 Agustus Tentang Perubahan Kedua SK Kepala Balai TNKM No. 5/BTNKM-1/2008)

Adapun batas – batas wilayah Resort Apau Ping adalah sebagai berikut:

  • Sebelah utara : Kecamatan Mentarang Hulu,
  • Sebelah Barat : Resort Apauping / Kecamatan Bahau Hulu,
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Bahau Hulu, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, dan
  • Sebelah Timur : Kecamatan Malinau Selatan, Kecamatan Malinau Selatan, Hulu, dan Kecamatan Malinau Selatan Hilir.

Luas wilayah kerja resort Apauping : 246.420,24 Ha yang terdiri dari beberapa zona :

  • Inti :                – Ha
  • Rimba             :                – Ha
  • Pemanfaatan : 11.168,74 Ha
  • Tradisional : 49.885,70 Ha
  • Khusus             : 13.370,26 Ha

b. Kondisi Sumber Daya Manusia Dan Sarpras Saat Ini

No Komponen Jumlah Keterangan
1 Sumberdaya Manusia  
  – PNS 1 orang  Polhut
  – Tenaga Harian Lepas 1 orang tenaga lokal
– MMP 11 orang tenaga lokal
2 Sarana Prasarana :  
  – Kantor Resort
  – Motor Patroli 1 unit Rusak

 

c. Potensi Resort Apau Ping

– Potensi Flora

Keanekaragaman flora dikawasan Taman Nasional Kayan Mentarang sangat beragam, mulai dari flora yang dilindungi sampai dengan yang tidak dilindungi seperti Kantung Semar, Bunga Bangkai, Anggrek Hitam dll. Ini dapat dijumpai dikawasan Taman Nasional Kayan Mentarang Resort Apau Pi ng

– Potensi Fauna

Seperti hal nya dengan Flora, keanekaragaman fauna di Resort Apau Ping khususnya banyak dijumpai baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi, seperti Beruang Madu, Rusa, Kijang, Burung Enggang dll.

– Potensi Wisata

Resort Apau Ping memiliki beberapa keindahan alam yang dapat menjadi daya tarik wisata baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, pengelolaan potensi wisata di Resort Sungai Tubu masih belum maksimal dengan berbagai kendala dilapangan.