wisata dan aksessibilitas

SPTN I Long Bawan

Infografis PotensiWISATA

Infografis dibuat oleh Nugroho Sigit Darmawan, S.Hut

Air Terjun Bulintungon

Air Terjun Bulintungon merupakan wisata alam yang berada di aliran sungai Sibalu. Untuk menuju objek wisata ini kita dapat memulai perjalanan menggunakan ketinting dari Desa Tau Lumbis ke muara anak sungai Sibalu selama 5-10 menit. Dari muara anak sungai Sibalu kita akan menyusuri pinggiran sungai dengan berjalan kaki selama ± 4 jam menuju lokasi air terjun.  Sepanjang perjalanan, di pinggiran sungai kita bisa melihat bebatuan dan hutan primer. Banyaknya jalan terjal yang dilewati di aliran sungai Sibalu akan menambah tantangan perjalanan. Pengunjung yang ingin menikmati air terjun yang tingginya sekitar 15 meter ini juga dapat didampingi pemandu yang berasal dari masyarakat asli desa Tau Lumbis. Selain menjadi pemandu jalan biasanya selama perjalanan mereka juga mencari ikan yang akan dijadikan santapan pada saat beristirahat setelah tiba di lokasi air terjun yang dikelilingi oleh hutan hujan tropis nan hijau ini.

 

 Air Terjun pelangi

Air Terjun Pelangi berada pada aliran sungai Sulen, Lumbis Ogong. Walaupuan terletak dengan perbatasan dan jauh dari pemukiman, Pesona air terjun ini sungguh luar biasa, apalagi dengan debit airnya yang cukup besar dan dilengkapi kolam alami di bawahnya akan semakin mengundang decak kagum bagi siapapun yang mendatanginya. Air Terjun Pelangi memiliki ketinggian kira-kira 20 meter dengan guyuran air jernihnya seringkali dimanfaatkan oleh penduduk terdekat sebagai tempat mandi serta berendam. Dengan bebatuan di sekelilingnya serta rapatnya pepohonan semakin menambahkan kesan yang begitu alami di tempat wisata ini..

 

Air terjun simanuk

obyek air terjun simanuk di desa tau lumbis berada pada anak sungai sibalu, ukurannya pun agak lebih kecil dibandingkan dengan air terjun bulintungon.  Namun obyek ini memiliki keunikan tersendiri yaitu air mengalir pada susunan batu – batu besar sehingga Nampak menyerupai tangga. Wisatawan yang berkunjung kesini dapat menyusuri air terjun dari bawah sampai di tingkat atas. Karena berada di tengah hutan tropis, tidak heran jika selama wisatawan menikmati aktivitas wisata di air terjun ini mereka juga disugui dengan penampakan satwa khususnya berbagai jenis burung. Udara yang sejuk juga menambah nilai plus tersendiri bagi obyek air terjun simanuk. Karena berada satu sungai dengan air terjun bulintungon, tantangan menuju obyek ini adalah jalan terjal.

 

Air terjun Pa’romayo

Air Terjun Paramayo Desa Pa’Betung Kecamatan Krayan Induk Kalimantan Utara, merupakan salah satu potensi alam yang digunakan PT.PLN untuk membangkitkan energi listrik dengan kapasitas 300-500 kW. Daerah ini berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia. Hal tersebut adalah Program PLN untuk Perbatasan Terang Benderang. Perjalanan ke air terjun pa’remayo memakan waktu sekitar 2 jam, 45 menit ditempuh menggunakan mobil dan selenihnya ditempuh dengan jalan kaki. Udara sejuk di Long Bawan tidak mengurangi sedikitpun niat  wisatawan menuju Desa Pa Betung. Di Long bawan ada beberapa jasa rental / pemandu untuk ke lokasi air terjun pa’remayo dengan kisaran harga Rp 400.000-1.000.000 tergantung berapa banyak wisatawan dalam rombongan.

 

Air terjun Pa’Padi

Bersih, sejuk, dan nyaman itu kesan pertama bagi para pengunjung yang pertama kali menginjakan kaki di air terjun desa Pa’ padi. Sebuah obyek wisata air terjun yang berada di lembah pegunungan 16 km ke arah timur dari Long Bawan Ibu Kota Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi kalimantan Utara. Air terjun ini secara fisik bisa dikatakan kecil dan mempunyai ketinggian sekitar 10 m. jika musim penghujan, debit air terjun cenderung deras namun jika musim kemarau debitnya kecil.

 

 Air Terjun Kurid

Air terjun yang terletak di desa kurid ini merupakan salah satu obyek wisata yang dilalui oleh jalur patroli para polisi hutan di Taman Nasional Kayan Mentarang. Walaupun Letaknya agak jauh dari pemukiman, namun pesona yang disuguhkan tidak kalah dari obyek air terjun yg ada di SPTN wilayah 1. Air terjun ini mempunyai 2 tingkatan dengan debit yang cenderung deras dan ketinggian ± 10 m.

 

Tracking dan Pendakian

Berjalan kaki di hutan dengan waktu kurang dari 1 (satu) hari hingga 2 (dua) minggu atau lebih sangat mungkin untuk dilakukan di jalur tracking Pa’ Betung. Daya tarik yang dapat dilihat pada saat perjalanan adalah pemandangan alam seperti sungai, pegunungan dan air terjun, batu unik yang menjadi legenda setempat, bentuknya yang menyerupai Batuan karst cocok digunakan untuk kegiatan panjat tebing. Pada jalur ini terdapat sumber air asin yang menjadi tempat air minum bagi sebagian satwa, seperti babi hutan, rusa, kijang, kancil dan berbagai jenis burung serta satwa lainnya.

 

Habitat Rafflesia di SPTN Wilayah I Long Bawan TN Kayan Mentarang

 

 

 

 

 

 

Nama             : Rafflessia pricei

Taksonomi

Kingdom         : Plantae

Divisio            : Magnoliophyta

Kelas              : Magnoliophyta

Sub Kelas       : Dicotyledonae

Ordo              : Malpighiales

Genus            : Rafflesia

Species          : Rafflessia Pricei

 

Deskripsi

Tumbuhan tak memiliki organ vegetative (akar, batang dan daun) sepenuhnya parasit (holoparasitic) Dioceous (berumah dua). Bagian yang bisa dilihat hanya bagian generatifnya yang berupa bunga, yang hidup pada tumbuhan inang spesifik yaitu tetrastigma (Vitaceae). Bunga ini muncul pada akar atau batang bawah inangnya. Bunga memiliki 5 lobus perigonium berwarna kemerahan dengan  corak putih yang menarik. Ssat belum mekar bunga berdiameter ± 8 cm dan saat mekar berdiameter sekitar 30 cm. mengeluarkan bau busuk yang menyengat selama 3-4 hari sebelum mekar. Penyebaran dengan bantuan serangga,sedangkan penyebaran bijinya dibantu mamalia berkuku (ungulate) seperti babi hutan, rusa dan kijang.

Habitat dan sebaran

Jenis Rafflesia pricei merupakan flora endemik asia tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia dan Thailand selatan. Tumbuh di hutan hujan tropis yang beriklim hangat dan lembab. Hutan primer ataupun sekunder. Di TNKM jenis ini dijumpai di sekitar Desa Tang Paye, Pa’Raye dan Buduk Tumu, Kec. Krayan Kabupaten Nunukan.

 

Wisata Lainnya

 Pembuatan Gula Tebu Tradisional

Salah satu aktivitas pekerjaan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang tepatnya di Desa Pa’Raye Kec.Krayan Kab.Nunukan adalah membuat gula tebu secara tradisional dengan menggunakan mesin penggilingan tebu yang dioperasikan secara manual oleh manusia. Alat yang didatangkan dari Malang pada tahun 1928 ini  hanya ada satu di pulau Kalimantan dan sampai saat ini tetap dioperasikan.

 

Garam Gunung

Selama ini ada ungkapan bahwa ‘Asam di gunung, Garam di lautan’, hal ini tidak berlaku di Desa Long Midang Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Garam gunung di desa ini sudah ditemukan sejak zaman nenek moyang suku Dayak Lundaye. Pembuatan garam gunung masih dilakukan secara tradisional dengan mengambil air dari sumur garam kemudian merebusnya.

Sumber: Laporan kegiatan identifikasi Potensi Wisata Taman Nasional Kayan Mentarang
Author: Rahmi Adiman, S.Hut.